Alhamdulillah, hanya ucapan itu mengawali hariku. Ucapan selamat ulang tahun dari istriku semalam membuat aku tersadar bahwa kesempatan hidupku di dunia sudah berkurang 26 tahun. Satu hal yang langsung terbersit dibenakku, aku sudah menghabiskan 26 tahun untuk hidup di dunia. Bagaimanakah nanti episode kehidupanku ini berakhir? Apa yang aku punya sekarang? Dua puluh enam tahunku belum bisa menghasilkan sesuatu yang cukup berarti. Bagaimana kalo nanti ato besokaku mati? Bekal apa yang aku punya?

Ya Allah , karuniakanlah selalu RahmatMu kepadaku. Berilah aku kekuatan untuk selalu bisa berdzikir kepadaMu, berilah aku kesabaran dalam kesulitan dan dalam beribadah kepadaMu. Limpahkanlah ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah. Berikanlah kebaikan bagi keluargaku,

Hatiku kecut menyadari hal itu. Banyak hal yang masih belum terselesaikan, bahkan mungkin baru dimulai. Sebagai hamba Allah aku masih makhluk yang lalai dan penuh dosa. Sebagai anak aku belum menyumbangkan bakti yang layak bagi Ibu dan almarhum Ayahku. Sebagai suami bagi istriku aku belum bisa sepenuhnya memenuhi kewajibanku pada istriku, terutama dalam hal pemberian nafkah lahir. Sebagai seorang Ayah aku baru berjalan sejengkal mendidik anakku. Begitu banyak kekurangan dan ketidak mampuan aku rasakan.


Leave a Comment