Aku lahir di Desa Tawangrejo Kecamatan Kunduran Kabupaten Blora Jawa Tengah. Nurdhuha adalah nama ayahku, dan Ibuku bernama Siti Fatimah.

Tak berapa lama tinggal di tanah kelahiranku, kami kemudian pindah tempat tinggal ke Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen. Di tempat baru ini disamping bertani kedua orang tuaku memulai usaha berdagang. Di tempat baru ini aku tidak bisa bersosialisasi dengan baik, aku lebih banyak tinggal dan bermain dirumah Kakek di Desa Bergolo, bahkan akhirnya sekolahku pun di Desa Kakekku ini, bukan di sekolah desaku sendiri.

Pendidikan pertama yang ku kenyam adalah pendidikan di TK Pertiwi Desa Bergolo. Setahun kemudian aku dinyatakan lulus dari TK Pertiwi ini. Kemudian orang tuaku mendaftarkan aku di SD Bergolo. Namun sedikit aneh yang terjadi di proses penerimaan siswa baru di SD ini. Menurut guru kelas I SD tersebut aku tidak diterima karena kurang cukup umur, aku disuruh menunggu 1 tahun lagi baru bisa mengenyam pendidikan di sekolah itu. Sungguh aneh, dari TK aku dinyatakan lulus di SD aku ditolak.

Dengan sedih aku pulang dan menceritakan hal itu kepada orang tuaku. Kemudian orang tuaku tetap menyuruhku masuk sekolah, jika aku tidak diperbolehkan mengikuti pelajaran beliau akan menemui kepala sekolah. Akhirnya aku tetap masuk kesekolah walaupun dinyatakan tidak diterima. Kegiatan belajar di SD aku ikuti tanpa larangan dari pihak sekolah. Cawu pertama berakhir semua murid menerima raport hasil belajar kecuali aku, cawu kedua pun sama. Sampai pada kenaikan kelas ke kelas 2 aku tak mendapatkan raport tapi aku dinyatakan naik kelas. Dikelas duapun masih sama, tiap pembagian raport aku sendiri tak mendapatkan. Sampai pada kenaikan kelas ke kelas 3 aku dinyatakan naik tapi tanpa raport. Akhirnya orang tuaku mempertanyakan hal itu ke Kepala Sekolah. Kepala Sekolah kaget juga mengetahui hal itu, lalu beliau berjanji akan menanyakan hal itu ke guru kelasku. Sejak itu saat pembagian raport aku bukan lagi jadi murid yang mendapat pengecualian.

Satu tahun merasa diperlakukan menjadi murid yang normal seperti murid lain di SD ini aku harus pindah sekolah saat kenaikan kelas ke kelas IV. Saat itu kedua orang tuaku pindah ke Desa Kalanglundo Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. Di tempat baru ini aku meneruskan sekolah ke MI Salafiyah. Di sekolah ini aku selalu mendapat ranking pertama hingga di ujian akhir sekolah aku mendapatkan nem tertinggi.

Pendidikanku aku lanjutkan ke SMP Negeri Ngaringan. Di sekolah inipun prestasi akedemikku cukup bagus di akhir kelas satu aku mendapat rangking pertama.


Leave a Comment